Rwanda, Keza






Category: Kopi
| Produsen | Jean Paul |
| Kebun/Pabrik | Liza Mill |
| Kultivar | Red Bourbon |
| Proses | Natural Anaerobik |
| Lokasi | Kamembe |
| Ketinggian | 1.600 - 1.800 mdpl |
| Panen | April - Juli |
Perkiraan rasa Melon, Raspberry, Melati.

Kopi terakhir kami dari Jean Paul tahun ini diproses secara anaerobik. Ini adalah metode pemrosesan kopi yang relatif baru dan inovatif yang melibatkan fermentasi biji kopi dalam lingkungan tanpa oksigen, biasanya dalam wadah tertutup dengan akses udara terbatas. Lingkungan yang terkendali ini memungkinkan fermentasi terjadi dalam kondisi spesifik yang meningkatkan dan memperkuat rasa tertentu pada biji kopi.
Proses ini melibatkan pengupasan lapisan luar ceri kopi dan menempatkan biji, bersama dengan sebagian lendir buah, dalam wadah tertutup dengan sedikit atau tanpa oksigen. Wadah kemudian dibiarkan berfermentasi selama beberapa waktu, biasanya antara 24 hingga 72 jam. Selama proses fermentasi, biji kopi mengalami perubahan kimia yang mengubah rasa dan aromanya.
Kopi yang dihasilkan sering kali memiliki rasa yang unik dan intens yang berbeda dari metode pemrosesan lainnya. Rasa tersebut dapat berkisar dari buah dan floral seperti Keza kami hingga pedas dan gurih. Proses ini juga memungkinkan kontrol yang lebih besar atas profil rasa kopi, memungkinkan produsen bereksperimen dengan berbagai variabel untuk menciptakan berbagai rasa.
Jean Paul mengelola kebun dengan sekitar 6.000 pohon, dan dia tidak hanya memproses kopi dari lahannya sendiri tetapi juga dari beberapa ratus petani lokal skala kecil di komunitas sekitarnya. Kualitas kopinya yang luar biasa adalah bukti komitmen dan tekadnya yang teguh untuk melatih dan mendidik para petani tersebut, serta perhatiannya yang cermat terhadap detail selama proses sortasi manual di stasiun pencucian.









